<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Desy Gita &#187; Planning</title>
	<atom:link href="http://www.desygita.com/category/planning/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.desygita.com</link>
	<description>My world, my life, my story</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Jun 2011 19:14:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Qurban Pertama Kami</title>
		<link>http://www.desygita.com/2009/12/03/qurban-pertama-kami/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=qurban-pertama-kami</link>
		<comments>http://www.desygita.com/2009/12/03/qurban-pertama-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 15:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[Planning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desygita.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah aku dan hubby masih diberi rezeki untuk berqurban tahun ini. Seneeengg deh, kali ini adalah qurban pertama kami lhoo (hehehe..apa coba ) . Tahun ini rencananya kami berqurban di Depok dan dari 2 minggu sebelum Idul Adha, kami berdua menyempatkan diri untuk bertanya-tanya harga hewan qurban. Dari beberapa tempat mulai dari daerah Lenteng Agung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Alhamdulillah aku dan hubby masih diberi rezeki untuk berqurban tahun ini. Seneeengg deh, kali ini adalah qurban pertama kami lhoo (hehehe..apa coba <img src='http://www.desygita.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ) . Tahun ini rencananya kami berqurban di Depok dan dari 2 minggu sebelum Idul Adha, kami berdua menyempatkan diri untuk bertanya-tanya harga hewan qurban.<span id="more-102"></span></p>
<p style="text-align: left;">Dari beberapa tempat mulai dari daerah Lenteng Agung sampai Depok, rata-rata harga kambing yang beratnya lumayan (sekitar 30-40kg) sekita Rp.1.5- Rp. 2 jt. Hmm mayan juga sih, karena tadinya kupikir harga kambing yang beratnya lumayan masih bisa dibawah Rp. 1jt.  Setelah  capek nyari-nyari, pulanglah kita dan lapor ke Ibu tentang ini.</p>
<p style="text-align: left;">Dan setelah ngobrol-ngobrol ma Ibu, akhirnya kita memutuskan untuk beli sapi.. laaahhh kok?! Iya, alasannya karena ternyata di komplek sana ada urunan untuk sapi yang harganya ga jauh beda sama kambing dan itu pun juga sudah termasuk biaya pemeliharaan dan biaya lainnya. Yauda, akhirnya kita memutuskan untuk ikut urunan sapi ajah <img src='http://www.desygita.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;">Alhamdulillah banget deh, aku sih seneng akhirnya bisa merasakan berqurban dengan hasil jerih payah berdua kekeke. Semoga tahun depan kita bisa berqurban lagi deh, amiiinn. Tapi sebelum itu tampaknya kita berdua mau nyiapin rencana untuk aqiqahnya si bebi. Insyaallah terlaksana dalam waktu dekat deh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desygita.com/2009/12/03/qurban-pertama-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Atur-mengatur Keuangan</title>
		<link>http://www.desygita.com/2009/10/07/atur-mengatur-keuangan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=atur-mengatur-keuangan</link>
		<comments>http://www.desygita.com/2009/10/07/atur-mengatur-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 05:09:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[Planning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desygita.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini saya sedang asyik mengatur keuangan rumah tangga. Segala macam pengeluaran dan pendapatan saya catat dengan rapih. Rasanya menyenangkan sekali mengalokasikan segala sesuatunya sesuai dengan perencanaan yang menurut saya sudah ok. Untuk uang jajan saya dan suami, sengaja saya pisahkan sendiri-sendiri dan tersedia dalam bentuk cash dan ATM. Jadi untuk sehari-hari, seperti anak sekolah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Belakangan ini saya sedang asyik mengatur keuangan rumah tangga.<br />
Segala macam pengeluaran dan pendapatan saya catat dengan rapih.<br />
Rasanya menyenangkan sekali mengalokasikan segala sesuatunya sesuai<br />
dengan perencanaan yang menurut saya sudah ok.<span id="more-55"></span><br />
Untuk uang jajan saya dan suami, sengaja saya pisahkan<br />
sendiri-sendiri dan tersedia dalam bentuk cash dan ATM. Jadi untuk<br />
sehari-hari, seperti anak sekolah kami pun punya uang jajan lho. Nah<br />
kalau sedang bepergian dan butuh dana tambahan (bila perlu) bisa<br />
diambil di ATM tersebut. Dana yang tersedia di ATM pun dibatasi<br />
jumlahnya, saya sendiri mengalokasikannya sebesar 10% dari pendapatan.<br />
Dari dana ini saya biasa memakainya untuk keperluan belanja bulanan.<br />
Untuk urusan menabung, saya juga memisahkannya dalam acount khusus<br />
tabungan yang sebisa mungkin tidak diganggu gugat, untuk keperluan dana<br />
darurat ataupun keperluan di masa mendatang.</p>
<p style="text-align: left;">
Memang belum canggih perencanaan keuangan saya ini. Terbukti masih<br />
adanya satu-dua pengeluaran yang melenceng dari perencanaan itu sendiri<br />
 <img src='http://www.desygita.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Walopun sebenarnya sih dari segala macam pengeluaran tak terduga itu<br />
masih bisa tercover dari dana cadangan. Tapi yah saya masih ingin semua<br />
pengeluaran itu sesuai dengan planning <img src='http://www.desygita.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  But practice makes perfect<br />
kan? jadi semoga saja ke depannya bisa lebih baik lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desygita.com/2009/10/07/atur-mengatur-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Normal atau Caesar?</title>
		<link>http://www.desygita.com/2009/10/01/normal-atau-caesar/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=normal-atau-caesar</link>
		<comments>http://www.desygita.com/2009/10/01/normal-atau-caesar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 09:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baby]]></category>
		<category><![CDATA[Planning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desygita.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Dari dulu saya selalu berharap kalau nanti saya hamil dan melahirkan semoga bisa secara normal. Pada waktu melahirkan bebi kemarin, alhamdulillah tetap bisa melahirkan normal, walau dibantu dengan induksi. Bagaimana rasanya melahirkan dengan diinduksi? Hmm.. nikmat banget mulesnya. Tiap-tiap orang pasti merasakan tahapan yang berbeda-beda pada proses melahirkan. Nah kalau saya kemarin untuk kontraksi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari dulu saya selalu berharap kalau nanti saya hamil dan melahirkan semoga bisa secara normal. Pada waktu melahirkan bebi kemarin, alhamdulillah tetap bisa melahirkan normal, walau dibantu dengan induksi. Bagaimana rasanya melahirkan dengan diinduksi? Hmm.. nikmat banget mulesnya.<span id="more-25"></span></p>
<p>Tiap-tiap orang pasti merasakan tahapan yang berbeda-beda pada proses melahirkan. Nah kalau saya kemarin untuk kontraksi yang intervalnya masih agak panjang 30 sampai 5 menit sekali itu masih terasa biasa. Tapi setelah saya diinfus dan dipasang alat detektor untuk kontraksinya, mulailah terasa rasa nyeri yang &#8220;aduhai&#8221;.</p>
<p>Dalam waktu kira-kira 2 jam setelah infus dipasang, kontraksinya menjadi semakin cepat, saya sudah tidak menghitung lagi berapa jarak waktunya. Badan rasanya serba salah, mau dipegangin kok ya pusing, mau dipijitin kok ya malah ganggu, akhirnya suamiku waktu itu mengingatkanku untuk relaks, atur nafas dan mengingat kembali pelajaran hypnopregnancy yang kuikuti sebelumnya. Memang terasa lebih relaks, paling tidak saya tidak merasa panik saat kontraksi itu datang. Walaupun nyatanya hanya beberapa jam, namun bagi saya terasa lama sekali proses mules i</p>
<p>Tiba waktunya untuk masuk dalam ruang bersalin. Ruangannya terasa dingin sekali. Jadi teringat saran Mba Tia yang mengingatkan untuk memakai kaos kaki, sweater, dll. Sebelumnya saya merasa aneh dengan sarannya, tapi ternyata benar juga lho. Untungnya saya sudah memakai kaos kaki, jadi lumayan lah.</p>
<p>Setelah dokter dan para bidan melakukan persiapan, bidan memberitahu saya bagaimana cara mengejan dan mengambil nafas. Caranya sama dengan yang pernah diajarkan pada sesi senam hamil, untuk mengejan ambil nafas panjang tunggu saat kontraksi kemudian mengejanlah dengan menahan nafas, dengan posisi kepala sedikit menunduk/melihat ke arah perut. Begitu nafas habis, ambillah nafas dengan cepat tapi masih teratur, dan bersiap-siaplah untuk mengejan kembali. Usahakan untuk tidak mengangkat bokong agar jalan lahir tidak robek terlalu panjang. Bidan atau dokter pasti akan membantu jika kita mengalami kesulitan. Alhamdulillah waktu itu dokter dan para bidan cukup sabar membantuku sehingga prosesnya juga berlangsung tidak terlalu lama, kira-kira 4 kali mengejan bebi bisa dilahirkan.</p>
<p>Setelah proses itu, bebi dibersihkan dan dokter akan melanjutkan untuk menjahit jalan lahir ibu. Saat ini juga usahakan untuk tidak mengangkat bokong, usahakan santai, alihkan pikiran saja. Sebenarnya tidak sakit karena kita pun akan dibius lokal, namun akan terasa sedikit nyeri saat jarum dan benang ditarik hehehe..</p>
<p>Begitulah pengalaman melahirkanku. Jadi terpikir bagaimana ya dulu emak melahirkan saya? memang benar kata orangtua, melahirkan itu perjuangan antara hidup dan mati.</p>
<p>Setelah merasakan rasanya melahirkan secara normal, akankah saya kapok untuk merasakannya lagi untuk yang selanjutnya? Rasanya sih tidak. Kalau untuk anak apapun insyaallah akan saya lakukan yang terbaik, kalau bisa melahirkan normal ya alhamdulillah, kalaupun harus caesar ya tidak apa.</p>
<p>Namun untuk kehamilan selanjutnya, saya dan suami harus lebih mempersiapkan diri dan mental lebih baik lagi. Setelah berkonsultasi dengan dokter kemarin, Beliau menjelaskan bahwa saya masih bisa melahirkan secara normal namun dengan beberapa syarat yaitu kondisi bayi harus benar-benar baik, tidak sungsang, tidak terlilit tali pusat, dll (aduh amit-amit, semoga sehat dan baik-baik saja ya). Selain itu kondisi saya sebagai ibu juga harus ok.  Kalaupun ada satu hal saja yang dianggap negatif maka dilakukan tindakan yang terbaik yaitu dengan operasi sectio caesar (oh no!).</p>
<p>Kalau untuk sekarang, yah pemulihan dulu, rahim beristirahat dan kembali ke posisi semula. Setelah 7 bulan barulah bisa program baby lagi. Semoga masih bisa diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk hal ini ya.. amiiinn. Mari semangat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desygita.com/2009/10/01/normal-atau-caesar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Harus Memilih</title>
		<link>http://www.desygita.com/2009/10/01/ketika-harus-memilih/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ketika-harus-memilih</link>
		<comments>http://www.desygita.com/2009/10/01/ketika-harus-memilih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 03:15:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Planning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desygita.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dong berada dalam keadaan ketika kita dihadapkan pada beberapa pilihan tapi hanya bisa memilih satu saja diantara semua itu. Inilah yang sedang terjadi pada orang terdekat saya. Dalam hal ini, dia menemukan kesulitan dalam menentukan pilihan untuk membeli sebuah barang. Bingung menentukan mana yang terbaik, bingung memilah-milah apakah hal itu merupakan hal yang penting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah dong berada dalam keadaan ketika kita dihadapkan pada beberapa pilihan tapi hanya bisa memilih satu saja diantara semua itu. Inilah yang sedang terjadi pada orang terdekat saya.<span id="more-19"></span></p>
<p>Dalam hal ini, dia menemukan kesulitan dalam menentukan pilihan untuk membeli sebuah barang. Bingung menentukan mana yang terbaik, bingung memilah-milah apakah hal itu merupakan hal yang penting baginya untuk  dipilih..hehehehe.Semuanya dirasa cukup berguna dan menunjang pekerjaannya juga. Namun, memang tidak bisa dipungkiri kalau pasti ada alasan lain yang menjadi bahan pertimbangan, seperti dari segi harga, adanya kebutuhan lain yang juga harus dipenuhi dan lain sebagainya.</p>
<p>Saya pun ikut berpikir, mana ya yang paling ok untuk dipilih. Karena terbiasa menentukan barang dari segi harganya, jadi yang murahlah yang saya pilih hehehe. Tapi tidak bisa semudah itu juga sih, kalau bisa menerapkan prinsip ekonomi, itu dirasa lebih baik hehehehe. Dengan kata lain, kalau bisa saya membeli barang yang harganya tidak terlalu mahal tapi bisa mendapatkan manfaat yang besar/ hampir sama dengan barang yang harganya lebih mahal alias saya sih tidak mau rugi hehehe.</p>
<p>Namun ada kalanya saya tidak bisa berpikir dengan baik dan lebih cenderung menentukan pilihan berdasarkan nafsu saja, maka saya akan memilih yang saya inginkan semenjak lama atau memilih barang yang tampilannya cantik/gaya tanpa mempedulikan isi, manfaat, harga, dll. Apa yang saya dapatkan saat itu? Perasaan senang dan puas (yang mungkin hanya berlangsung sesaat).</p>
<p>Jadi yang manakah yang sebaiknya dipilih? itu semua saya kembalikan ke yang bersangkutan saja. Semoga bisa menentukan pilihan sebaik mungkin.</p>
<p>Maaf ya, tidak bisa memberikan saran yang bagus karena saya disini kan hanya menulis saja berdasar apa yang biasa saya lakukan, although it&#8217;s a little bit dull. Mohon dimaklumi saja, terimakasih dan sampai jumpa lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desygita.com/2009/10/01/ketika-harus-memilih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lets Do It!</title>
		<link>http://www.desygita.com/2009/09/30/lets-do-it/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=lets-do-it</link>
		<comments>http://www.desygita.com/2009/09/30/lets-do-it/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 05:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Desy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Planning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desygita.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya saya memang harus memulai dengan beberapa hal untuk mengisi kekosongan waktu dikala &#8220;libur&#8221; panjang ini. Punya niat dah gede nih.. tapi untuk melakukannya memang pasti ada rasa malas. Tapi yah itu tadi, mumpung sekarang masih belum boleh pergi keluar rumah, jadi hal-hal ini masih bisa saya lakukan tanpa ada gangguan (semogaaa). Mau melakukan apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya saya memang harus memulai dengan beberapa hal untuk mengisi kekosongan waktu dikala &#8220;libur&#8221; panjang ini. Punya niat dah gede nih.. tapi untuk melakukannya memang pasti ada rasa malas. Tapi yah itu tadi, mumpung sekarang masih belum boleh pergi keluar rumah, jadi hal-hal ini masih bisa saya lakukan tanpa ada gangguan (semogaaa). Mau melakukan apa aja sih? ini dia nih diantaranya, mariii:<span id="more-9"></span></p>
<p>1. Belajar memasak guna mewarisi masakan mama yang aduhai</p>
<p>Harus dilakukan, kalau masih mau merasakan nikmatnya sambal goreng ati dan menu-menu enak lainnya buatan mama. Mumpung lagi &#8220;menganggur&#8221;, niatnya akan dilakukan sesegera mungkin  (wish me luck)</p>
<p>2. Review Nihongo</p>
<p>Udah lama banget kayanya ga pernah mereview lagi tentang nihongo. Walhasil sekarang kemampuan berbahasa Jepang, terutama dalam hal membaca/menulis kanji, berkurang drastis.</p>
<p>3. Olahraga</p>
<p>Dalam rangka menurunkan berat badan pasca melahirkan. Karena sekarang masih belum boleh melakukan aktivitas berat, jadi niat untuk ini harus ditunda paling tidak sampai 2bulan ke depan.  Mariii..</p>
<p>Masih banyak lagi sih sebenarnya. Namun untuk sekarang 3 items saya kira sudah cukup. Yang penting kan benar-benar dilakukan, hehehehe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desygita.com/2009/09/30/lets-do-it/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

